Rabu, 03 Desember 2014

Pengertian zakat fitrah, hukum, waktu, niat dan cara membayar zakat fitrah

Pengertian zakat fitrah, hukum, waktu, niat dan cara membayar zakat fitrah. Bagi Anda yang memeluk agama Islam tentu sudah sangat akrab dengan kata "zakat fitrah". Hal ini dikarenakan hampir setiap tahun setiap muslim baik pria maupun wanita yang telah memenuhi syarat wajib hukumnya untuk mengeluarkan sebagian rezekinya untuk membayar zakat fitrah kepada mereka yang dikategorikan sebagai Mustahiq (yang berhak menerimanya) yaitu mereka yang fakir, miskin, amil, muallaf, budak, gharim, fisabilillah, ibnu sabil.

Adapun seorang muslim wajib membayar zakat fitrah jika sudah mencapai nisab (standar penghitungan kekayaan minimal) dan juga haul (batas waktu yang ditentukan) zakat.

Cara melakukan sholat

Cara mengerjakan shalat

1. Bediri tegak menghadap kiblat dan niat mengerjakan shalat.

Lafazh niat-niat shalat Fardhu:

Shalat Subuh:
USHALLII FARDHASH-SHUBHI RAK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN (MA'MUUMAN / IMAAMAN) LILLAHI TA'AALAA
artinya: Aku sengaja shalat fardhu subuh dua raka'at menghadap kiblat (menjadi makmum / imam) karena Allah

Shalat Dzuhur:
USHALLII FARDHADZ-DZUHRI ARBA'A RAKA'ATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN (MA'MUUMAN / IMAAMAN) LILLAHI TA'AALAA
artinya: Aku sengaja shalat fardhu dzuhur empat raka'at menghadap kiblat (menjadi makmum / imam) karena Allah

Shalat Ashar:
USHALLII FARDHAL-'ASHRI ARBA'A RAKA'ATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN (MA'MUUMAN / IMAAMAN) LILLAHI TA'AALAA
artinya: Aku sengaja shalat fardhu ashar empat raka'at menghadap kiblat (menjadi makmum / imam) karena Allah

Shalat Maghrib:
USHALLI FARDHAl-MAGHRIBI TSALAATSA RAKA'ATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN (MA'MUUMAN / IMAAMAN) LILLAHI TA'AALAA
artinya: Aku sengaja shalat fardhu maghrib tiga raka'at menghadap kiblat (menjadi makmum / imam) karena Allah

Shalat 'Isya:
USHALLI FARDHAL-'ISYAA'I ARBA'A RAKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN (MA'MUUMAN / IMAAMAN) LILLAHI TA'AALAA
artinya: Aku sengaja shalat fardhu 'Isya empat raka'at menghadap kiblat (menjadi makmum / imam) karena Allah

7 Kewajiban seorang muslim

Dalam agama islam telah ditetapkan bahwa islam adalah agama rahmatan lil alamin
agam yang penuh kasih sayang. Hal ini seperti yang telah diajarkan Nabi Muhammad SAW dan yang telah di wahyukan oleh ALLAH SWT
adanya pengaturan yang berhubungan dengan Tuhan yaitu Hablum minallah, dengan manusia Hablum minannas, serta dengan keberadaan alam semesta Hablum minal a’lam…
Tak lepas dari konteks tersebut, tentang rahmatan lil alamin
agama islam juga mewajibkan setiap mukmin atau muslim yang sebagaiman telah diatur dalam Al-Quran
Yaitu ada 7 kewajiban seorang muslim

Cara masuk islam

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Mendapatkan petunjuk untuk masuk islam adalah nikmat besar bagi setiap hamba. Karena sejatinya, orang yang masuk islam, berarti dia kembali kepada fitrahnya. Fitrah untuk bertuhan satu, fitrah mengikuti utusan tuhan yang terakhir, dan fitrah untuk mengamalkan al-Quran sebagai kitab Tuhan. Lebih dari itu, islam merupakan satu-satunya agama yang akan menyelamatkan manusia dari hukuman neraka.
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka tidak akan diterima (agama itu), dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS. Ali Imran: 85).
Untuk itulah, Allah mengajarkan agar manusia tidak merasa berjasa dengan masuknya dia ke dalam agama islam. Sebaliknya, dia harus merasa bersyukur karena Allah telah memberikan hidayah islam kepadanya.
يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا قُلْ لَا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلَامَكُمْ بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ
”Mereka merasa telah berjasa kepadamu (Muhammad) dengan keislaman mereka. Katakanlah: “Janganlah kamu merasa telah berjasa kepadaku dengan keislamanmu. Sebaliknya, Allahlah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan memberi petunjuk untuk kamu kepada keimanan.” (QS. Al-Hujurat: 17)

Sejarah islam di indonesia yang ditutupi dunia


 Al Hajj:73 ﴿
“Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu…………”
Imam Jalaudin as-Suyuthi (wafat tahun 911 H) dalam kitabnya Al-Itqan fi Ulum al-Qur’an menulis: “Disunahkan membaca Al-Qur’an dengan tadabbur [merenungkan kandungan maknanya] dan tafahhum [berusaha memahami kandungan maknanya], karena hal itu merupakan maksud teragung dan tujuan terpenting [dari membaca Al-Qur’an], dengannya dada akan lapang dan hati akan mendapatkan cahaya.”
Allah Ta’ala berfirman:
كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ
‘[Al-Qur’an adalah] sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu, penuh berkah, agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya…” (QS. Shad [38]: 29)
Allah Ta’ala juga berfirman:
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
“Maka apakah mereka tidak mentadabburi Al-Qur’an ataukah pada hati mereka terdapat gembok-gembok penghalangnya?” (QS. Muhammad [47]: 24)
Imam Muhammad Thahir bin ‘Asyur at-Tunisi (wafat tahun 1393 H) menulis:
وَحَرْفُ أَمْ لِلْإِضْرَابِ الِانْتِقَالِيِّ. وَالْمَعْنَى: بَلْ عَلَى قُلُوبِهِمْ أَقْفَالٌ وَهَذَا الَّذِي سَلَكَهُ جُمْهُورُ الْمُفَسِّرِينَ
“Huruf am [ataukah] dalam ayat tersebut berfungsi sebagai bentuk kebalikan pepindahan. Maknanya adalah [mereka tidak mentadaburi Al-Qur’an] justru [karena] pada hati mereka terdpat gembok-gembok penghalangnya. Inilah penafsiran yang ditempuh oleh mayoritas ulama tafsir.” (Muhammad Thahir at-Tunisi, At-Tahrir wa at-Tanwir fit Tafsir, 26/113)
Maksud dari pernyataan Imam Muhammad Thahir bin ‘Asyur at-Tunisi diatas adalah, ketika tafsiran AL-Qur’an telah dirubah2 oleh ulama-ulama yg mementingkan politik, maka kita patut untuk mentadaburi AL-Qur’an untuk mengetahui makna tafsiran yg sebenarnya, seperti dibawah ini..
 Al Anfaal:29 ﴿
Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan (pembeda mana yg haq dan mana yg bathil). Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
Sebelum kita memulai perjalanan menelusuri pelajaran Ilmu Allah SWT ini yg terlihat seperti “menyesatkan dan banyak yg dihubung-hubungkan” dikarenakan kita awam dan hanya melihat dari sisi negativnya atau melihat dari satu sudut pandang saja tanpa mempelajarinya lebih dalam lagi atau menguji materi berdasarkan tempat kejadian sambil berhusnuzon, kita harus melihat dasar dalil AL-Qur’an untuk membuktikan disuatu hari nanti, apakah ilmu2 dari artikel ini benar atau salah seperti yg dikatakan suroh berikut (sesuai dengan petunjuk rosul SAW tentang akhir zaman dengan membaca suroh AL-Kahfi, karena tidak mungkin zaman ini dinamakan dengan zaman akhir atau zaman babak ke 4 mulkan jabariyah “penguasa diktator/penguasa2 yg memaksakan kehendak” jika tidak ada fitnah2 besar seperti sejarah2 yg dimanipulasi/difitnah dan di ubah2 nama2 tempatnya) :
Al Kahfi:70 ﴿
Dia berkata: “Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu”.
Jika Jackie Chan dalam filmnya “The Karate Kid” mengajarkan muridnya Kung Fu dengan metode yg tidak biasa dilakukan oleh guru2 lain, sehingga muridnya tidak sabar dan ingin mengakhiri latihannya dan kemudian Jackie Chan menerangkan bahwa “Kung Fu ada dikehidupan/kegiatan kita sehari-hari”. Begitu juga dengan nabi khidir As yg mengajarkan ilmu Allah SWT kepada nabi Musa As dan admin yg akan membahas dan menjelaskan ilmu Allah SWT yg seluas langit dan bumi dengan metode yg tidak biasa (banyak yg dihubung-hubungkan yg tentunya dengan dalil agar menjadi sebuah ilmu yg benar dan lurus, seperti halnya sebatang lidi yg telah di patah-patahkan lalu kita sambungkan dengan perekat/lem agar sebatang lidi itu menjadi TEGAK LURUS dan MEMANJANG, seperti sedia kala).
“Dan pasti akan Kami beritakan kepada mereka dengan ilmu (Kami) dan Kami tidak jauh (dari mereka).”(QS.AL-A’Raf:7)
“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Al-Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673)
“AL-Qur’ an adalah pedoman hidup manusia, semua sejarah ada di dalamnya, bukan hanya sejarah dari negeri arab atau timur tengah, tetapi juga indonesia dan seluruh dunia..”
AL-Qur’an datang, tidak hanya meluruskan ilmu Tauhid dan AKhlak manusia, tetapi juga meluruskan sejarah-sejarah terdahulu….
Sejak Van Erp tahun 1817 yg mengatakan bahwa Borobudur adalah Candi Budha, sampai sekarang pernyataan itu dianggap sebagai KEBENARAN.
  Pada saat itu orang yg mendalami dunia sejarah kepurbakalaan di Indonesia berdasarkan AL-Qur’an sangat sedikit dan mungkin belum ada (lihatlah dimana bukti2 sejarah dari para ulama tafsir terdahulu?? sementara kita tahu bahwa dahulu khilafah runtuh dikarenakan para zionis eropa dan dukungan dari negeri arab sendiri, apakah kita tidak berprasangka bahwa tafsiran pada saat itu sudah diubah2 dikarenakan zionis tidak ingin sama sekali khilafah bangkit kembali). Karena tafsir AL-Qur’an pertama dalam bahasa bahasa Indonesia baru terbit 1928. (Alfurqon oleh A Hasan).
  Tentu saja ucapan Van Erp itu terbiarkan berlama-lama tanpa ada yg mengoreksinya. Sekarang sudah waktunya untuk dipertanyakan. Karena jika pernyataan Van Erp itu salah, umat manusia lah yg seluruhnya akan dirugikan. Terutama yang dirugikan adalah Indonesia. Ini PR untuk DPR yg kerjaannya hanya menyusahkan rakyat. Kita perlu undang2 untuk melindungi hal semacam ini, undang2 berdasarkan syariat islam, agar kita dapat melakukan Sidang Uji Materi. Jika tidak, kita akan dirugikan sepanjang zaman.
Ali Imran:137 ﴿
Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).
“Akan terjadi beberapa fitnah. Aku bertanya, Apa jalan keluarnya?
Beliau menjawab: ‘Kitabullah. Kitabullah. Di dalamnya terdapat kisah kaum sebelum kalian, kabar kaum setelah kalian & ketentuan hukum di antara kalian. Ia adalah kitab yg jelas & pasti, bukan senda gurau. Ia adalah kitab yg jika ditinggalkan oleh orang-orang yg sombong, niscaya akan dibinasakan oleh Allah. Barangsiapa mencari petunjuk pada kitab selainnya, niscaya Allah akan menyesatkannya, sebab ia adalah tali Allah yg kuat. Ia adalah peringatan yg bijaksana. Ia adalah jalan yg lurus. Dengannya hawa nafsu tak akan menyimpang & lisan tak akan keliru. Para ulama tak pernah merasa kenyang & bosan karena banyak pengulangan serta keajaibannya tak pernah habis. Ia adalah kitab yg tak akan habis jika didengar oleh bangsa jin, hingga mereka berkata:
‘(Sesungguhnya kami telah mendengar Al Qur’an yg menakjubkan) ‘ (Qs, Al Jin: 1). Ia adalah kitab yg jika siapa saja berkata dengannya, pasti benar, siapa yg memutuskan perkara dengannya, pasti adil, siapa yg beramal dengannya, pasti diberi pahala & siapa yg menyeru kepadanya, pasti ditunjukkan ke jalan yg lurus.’ Ambillah ia untukmu, hai A’war.” [HR. Darimi No.3197].